Lintas Sumut|Simalungun
Beberapa masyarakat Petani Nagori Silaumalaha kecamatan Siantar kabupaten Simalungun merasa terancam akibat galian pihak perkebunan Marihat.Menurut Situmorang salah seorang petani menyebutkan galian yang dilakukan pihak perkebunan jelas mengancam lahan pertanian masyarakat jika hujan turun air digalian itu akan melimpah kelahan persawahan dan mrrusak tanaman tandas Tumorang.
Tumorang menjelaskan memang galian itu masih dilahan perkebunan,harusnya pihak perkebunan memikirkan keselamatan lahan pertanian di sekitar.Dijelaskannya beberapa masyarakat petani sempat melakukan protes kepada operator alat berat dan sempat menghentikan kegiatan setelah berselang beberapa hari kegiatan penggalian dilaksanakan kembali.
Masyarakat petani Nagori Silaumalaha tidak tau mau kemana mereka minta perlindungan agar pihak perkebunan marihat yang telah menggali bentuk parit sedalam lebih kurang tiga meter yang mengancam lahan pertanian.
Hasil investigasi dilapangan pihak perkebunan setiap melakukan Replanting menggali berbentuk parit di sekeliling lahan perkebunan,menurut para pekerja dilapangan galian itu dibuat untuk menghindari ternak lembu masuk ke lahan sawit yang baru di tanam.
Pemerintah kabupaten Simalungun melalui kepala dinas lingkunhan hidup ketika ditanya wartawan mengatakan tidak satu keharusan untuk mengurus ijin menggali tetapi selayaknya pengusaha membuat laporan ke dinas lingkungan hidup.
Manejer perkebunan Marihat F. Nasution ketika di konfirmasi wartawan via Whast App selasa 7/3 tidak ada jawaban.(Ilham)







Komentar