oleh

313 Pelajar Al Wasliyah Diwisuda & Khataman Qur’an

LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI-

Perguruan Al Jam’iyatul Wasliyah yang akan temat, menggelar pengukuhan atau wisuda bagi para anak didik atau santri / santriwati dari Angkatan Ke-X Sekolah Al Wasliyah dan yang telah Khataman Al Qur’an.

Acara dilaksanakan di halaman dalam Perguruan Al Wasliyah, jalan Jend. Sudirman, Km-2,5 Kel. Gading, Kec. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Kamis (11/6) sekitar pukul 09.00 Wib.

Pantauan di lapangan, para undangan khusus terdiri dari pendiri / Pengurus Jam’iyatul Al Wasliyah Cabang Medan berserta rombongan dan Waka Polres Tanjung Balai disambut dengan pencak silat dan tarian adat melayu. Selanjutnya acara juga di isi dengan pembacaan wahyu ilahi, doa bersama dan menyenyikan lagu Indonesia Raya.

Sambutan yang mewakili santri/Santriwati Syafrilda Dwi Cahyadi mengatakan bahwa Sebelumnya kita ucapkan salawat berangkaikan salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, semoga kita umat yang mendapat syafaat di akhirat nantinya, Amin ya robbal alamin dan yang saya hormati Majelis / pengurus daerah Al Jamiyatul Washliyah kota Tanjungbalai Buya Bustami, Kepala Kantor Kementerian Agama kota Tanjungbalai atau yang mewakili, Kapolres Kota Tanjungbalai atau yang mewakili.

Tak lupa juga kepada Bapak Ibu ustadz ustadzah para guru yang tak dapat saya sebutkan nama dan pangkatnya satu persatu, berkat jasa Kepala Sekolah Al Washlyah Gading kota Tanjungbalai beserta para bapak/ibu guru hingga dapat berdiri pada kesempatan mewakili santri-santri yang akan diwisuda

” Kami juga memohon maaf dan berterima kasih kepada bapak ibu guru yang telah sabar dalam mendidik serta membimbing kami sehingga saya dapat berdiri di hadapan teman-teman sekalian semua “, Jelasnya.

Syafrilda Dwi Cahyadi mengaku, dengan mendidik, guru selalu menjadi contoh panutan di tengah-tengah tentang kami dan tidak dianggap murid melainkan sebagai anak sehingga di kesempatan ini perlu disampaikan bahwa di Madrasah ini yang telah banyak diajarkan ilmu agama seperti membaca al-qur’an pada apel pagi setiap hari Rabu yang langsung dilatih oleh lembaga pendidikan Alquran Al Washliyah, Kemudian setiap Jumat kami diajarkan pelatihan kitab kuning tapi sekarang tidak lagi karena gurunya lagi pulang kampung.

Selain itu di perguruan ini pula diajarkan latih shalat jenazah dan membacakan Al Qur’an, semua itu agar siswa terlatih,” kalau tak percaya datang jam 9 pagi dan tanya pada anak-anak lainnya”, Katanya melanjutkan, murid juga diajarkan dan diwajibkan sehingga perlu memasukkan anaknya ke sekolah ini

” Semua tingkatan sudah tersedia disini, mulai TK, SD, SMP / MTS, Aliyah dan SMK pun ada, Kebetulan saya adalah alumni pertama dari SMK Pembangunan di kota Tanjungbalai ini, bapak ibu tinggal masukkan keperguruan Al Wasliyah, Insya Allah PKL pun sudah kita lakukan baik dikantor Kementerian Agama, Kejaksaan dan Polres Tanjung Balai, Jelas Syafrilda Dwi Cahyadi

Ia mengaku, kami beberapa orang yang PKL diterima dengan baik di kantor Polres Tanjung Balai, serta di Kantor Kejaksaan di kantor KPU, juga di kantor lurah, Jadi kami murid berharap selalu selalu menjalin silaturahmi di kantor-kantor yang ada di Tanjungbalai.

Baca Juga :  Suhendra alias Acong : "Doa Anak Yatim Dapat Menembus Langit"

” Kami sedih yang akan meninggalkan Perguruan Al Wasliyah, maka memohon maaf sekali lagi kepada bapak ibu guru yang sudah sudi bersabar dalam mendidik kami dan mohon doa restunya untuk melepaskan ke jenjang selanjutnya, walaupun meninggalkan Madrasah ini kami tetaplah setia dan menjadi bintang dari kader Al Wasliyah, Tutup Syafrilda Dwi Cahyadi.

MPPD Al Jam’iatul Wasliyah, Al Ustadz Ahmad Husein menyampaikan, kiranya santri / Santriwati yang akan tamat hendaknya dapat menempuh dan menambah ilmu ke jenjang selanjutnya dan berharap pelajaran yang telah didapat kiranya tetap diamalkan sehari-hari nya, Imbuhnya.

Dikatakannya, adapun santri/Santriwati yang di khatam Qur’an dan diwisuda, sebanyak 313 orang siswa terdiri dari TK/ RA sebanyak 11 orang, MTS sebanyak 179 orang, SMP sebanyak 28 Orang, MAS sebanyak 64 orang dan SMK sebanyak 31 orang siswa

Lanjutnya, para siswa/i dari Perguruan Al Wasliyah merasa bangga karena banyak diajarkan kegiatan keagamaan termasuk disuruh puasa senin Kamis, sholat duha dan lainnya, Mudah-mudahan setelah tamat, apa yang telah diajarkan tidak ditinggalkan,” laksanakan lah kegaiatan tersebut keseharian nya kedepan oleh anak anak kami yang diwisuda, dan akan meninggalkan Al Wasliyah. Semoga dengan New normal maka Vitus Cotona dapat berlalu, Ucapnya mengakhiri.

Buya Gustami Anmar S.sos.i M.MPd dalam sambutannya mengaku sangat bangga atas kehadiran anggota DPRD Provsu dan seluruh pengurus Jam’iatul Wasliyah dan seluruh undangan berhadir pada acara ini.

Gustami mengaku, Universitas Pendidikan Agama (Unipa) akan berdiri dikota Tanjung Balai. Sedangkan Perguruan Al Wasliyah kota Tanjung Balai ini hasil buah pikir dari Almarhum Sutrisno tak lain adalah Waliota Tanjung Balai yang lalu atau anak dari tamu kita Bung Eka Hadi Sucipto, Jelasnya.

” Terkait Virus Cotona, bila kita tetap ber zikir kepada Allah maka virus tidak akan masuk kedalam tubuh kita “, Ucapnya melanjutnya, untuk siswa Tafis Qur’an, sudah diadakan di pondok pesantren, namun pihaknya agak kesulitan untuk mencari guru yang mau tinggal di pondok, namun kita tetap berusaha, Ucapnya.

Lanjutnya, Ada beberapa keuntungan dalam belajar disini, karena murid diajarkan untuk belajar memandikan jenazah, termasuk pelajaran baca doa, Mudah-mudahan, kedepan yang mondok dipesantren bertambah maju dan perlu kita sampaikan bahwa belum dibuka pendaftaran kita sudah penuh,” Alhamdulillah “, Tukasnya menutup.

Sementara Kapolres Tanjung Balai yang diwakilkan Waka Polres Kompol Jumanto SH MH mengaku, alhamdulillah kita masih diberi kesehatan hingga berpijak di bumi ini,

Hormat saya kepada Pengurus Wilayah Jam’iatul Wasliyah Medan, dan mohon maaf Kapolres tidak hadir karena ada Vidcom diseluruh Polres Sumut dan sejajaran.

Baca Juga :  PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin Tanamkan Budaya K3 kepada Pelajar SMKN 1 Tapian Nauli

Dikatakannya, dengan menyanyikan Indonesia, kita teringat dengan 17 karena itu mempunyai makna yaitu 17 rakaat dalam sholat wajib serta pada bulan puasa 17 Ramadhan ada makna tersendiri disana, Sebutnya

” Kita mohon kepada Al Wasliyah baik Sumut, termasuk pada Buya Gustami agar memberikan dukungan demi tercipta kan situasi kondusif dan bagi anak yang lulus, mudah-mudahan masuk Polisi yang amanah,”jangan mendengar bahwa polisi masuk dengan harus ada dengking atau sesuatu, dan itu bohong “, mari daftarkan putra-putri anda, dengan situs WWW.Daftar Polisi.Com, Jelasnya.

Majelis Pendidikan Al Wasliyah Sumut, H Darwis M.Pdi menyampaikan, 2012 dirinya menjadi guru teladan dan kita mau juga di Tanjung Balai harus ada guru teladan yang dapat penghargaan tapi kalau bisa guru dari Al Wasliyah, Ujarnya.

Ia mengaku, kita punya target khususnya Perguruan Al Wasliyah bahwa, harus ada unggulan di kota Tanjung Balai dan harus ada siswa-siswi / santri-santriwati bisa masuk Qori-Qoriah, serta melanjutkan ke Perguruan Tinggi islam. Semoga apapun yang dicita-citakan murid maunya menjadi Da’i seperti masuk Polisi hendaknya menjadi Polisi Da’i, Sebutnya.

” Kedepan Al Wasliyah dapat lebih maju, dari sebelumnya, dan bila ada bapak ibu yang ingin nginap di Medan dan tinggal beberapa hari silahkan datang Di PW Al Wasliyah, silahkan hubungi Buya Gustami “, Katanya.

Tambahnya Selain bisa mendoa, membaca Al Qur’an, semoga santri-santriwatinya dapat mengamalkan ibadah yang telah diajarkan dikehidupan kedepannya, amin “, Pungkas Darwis menutup.

Pengurus Wilayah (PW) Al Wasliyah, Dariansyah MD, turut bersyukur, terutama orang tua yang melihat anak-anaknya atau santri-santriwati yang Khatam Qur’an dan Wisuda semoga dibawa dapat lebih giat dalam mengejar cita-cita.

” Alhamdulillah, Anak-anak yang telah di khatamkan dan diwisuda, hendaknya menjadi orang-orang yang dapat dibanggakan, termasuk bila ada hal-hal mustahak dirumah / kegiatan agama mereka lah yang melakukannya, termasuk baca Al Qur’an, Doa dan lain sebagainya.

” Diingatkan, Al Wasliyah tidak dalam masuk salah satu partai, bila ada salah seorang dari Perguruan Al Jam’iatul Wasliyah yang akan bermain di politik, mereka tidak boleh mengajak para anggota Al Wasliyah untuk memilih mereka, sehingga jangan coba-coba merekrut,’itu dosa’, namun Mudah-mudahan, Al Wasliyah menjadi lebih berkembang dalam berkreasi serta menjadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Amin ya Rabbal Alamin, Pungkasnya menutup.

Terpisah Siswa Aliyah kelas XII Ilham mengaku, merasa senang dan bangga telah melaksanakan hatam Qur’an dan selanjutnya diwisuda bersama-sama.

” Satu kebanggan tersendiri bagi kami siswa/siswi Perguruan Al Wasliyah, di waktu melaksanakan Khataman Qur’an, serta Wisuda, karena orang tua juga merasa bangga melihat anaknya “, Ucap Ilham menghadiri.(Ambon/Robby)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar