Please set up your API key!

Lintas Sumatera Utara

Bangun Tower Tidak Berijin, Terbukti PT PPSU “ Lecehkan “ Pemko T.Tinggi

Oktober 17
18:11 2017
Tower Monopole BTS/MCP milik PT PPSU di Lapangan Merdeka ( doc: lintassumut.com )

Tower Monopole BTS/MCP milik PT PPSU di Lapangan Merdeka ( doc: lintassumut.com )

Tebingtinggi | lintassumut.com – Sejumlah pejabat di Kota Tebingtinggi berceloteh bahwa niat PT.PPSU melakukan Mou dengan Pemko Tebingtinggi sudah baik dan perlu dukungan semua pihak.

Sebab, rencananya  PT PPSU akan membangun tower BTS / MCP di 10 titik di Kota Tebingtinggi selain sebagai penguat sinyal, tower ini di lengkapi LPJU ( lampu penerangan umum ) tower yang dibangun juga bisa “ dimanfaatkan “  Pemko Tebingtinggi untuk  “ menyantolkan “ CCTV.

Namun sangat di sayangkan, diawal kesepakatan antara kedua belah pihak mulai dilaksanakan, PT PPSU  sudah mempertontonkan sikap yang kurang terpuji. Melakukan pelanggaran secara terang-terangan.

Ijin belum keluar, menara telekomunikasi ( tower ) monopole milik PT PPSU  berdiri tegak lurus di lapangan Medeka  Kota Tebingtinggi.

Disisi lain, Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) membuka ruang lebar bagi PT PPSU untuk bertindak sewenang-wenang dengan mengenyampingkan peraturan dan  persyaratan yang telah di sepakati dalam dokumen kerjasama kedua belah pihak.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan PT PPSU begitu nyata, terbukti di salah satu point dalam naskah kerjasama kedua belah pihak yang menyatakan bahwa pihak  PT PPSU terlebih dahulu mempersiapkan dokumen pendukung / persyaratan untuk membangun tower monopole ( BTS/MCP ).

Kabag Pemerintahan Pemko Tebingtinggi, Syahdama Yanto yang di temui Selasa ( 17/101/2017 ) mengatakan bahwa benar ada MoU antara PT PPSU dengan Pemko Tebingtinggi.

MoU di buat pada Kamis ( 4/8/2016 ) segala bentuk kesepakatan tertuang dalam naskah perjanjian yang di tanda tangani Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM selaku Walikota Tebingtinggi.

Syahdama agak terkejut ketika mengetahui bahwa bangunan tower BTS/MCP yang berdiri tegak di sisi timur Lapangan Merdeka ternyata belum mengantongi ijin dari dinas terkait.

“ Dalam kesepakatan ini ada tertulis bahwa pihak kedua harus menyiapkan persyaratan administrasi dan selanjutnya melakukan koordinasi dengan SKPD yang membidangi Telekomunikasi dan SKPD yang membidangi perijinan mendirikan bangunan “ Terang Syahdama.

Diterangkannya, inti perjanjian tersebut  pihak perusahaan menyewa sebahagian lahan prasarana sarana utilitas umum milik Pemko Tebingtinggi untuk membangun tower monopole BTS/MCR di 10 titik dan berlaku selama 5 tahun dan dapat di perpanjang.

Sikap yang di pertontonkan PT PPSU dan niat Pemko Tebingtinggi untuk mewujudkan  menuju Kota Tebingtinggi “ Kota Cerdas “ belum transparan, kenapa pembangunan tower melanggar aturan dan  kenapa Pemko Tebingtinggi dengan komponen terkait melakukan pembiaran saat pihak pengembang melakukan  pelanggaran  ( Met )

About Author

lintassumut

lintassumut

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Kata _ Kata Bijak Hari Ini

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

Kategori