Please set up your API key!

Lintas Sumatera Utara

SEMANGAT BERQURBAN BAGI PEMUDA

Agustus 31
20:21 2017
hewan kurban ( doc : ist )

hewan kurban ( doc : ist )

 

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama bersama Ormas Islam yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada Hari Jum’at  1 September 2017.

Maka Ummat Islam Indonesia akan melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha pada hari tersebut sekaligus juga akan melaksanakan Ibadah Penyembelihan hewan qurban hingga 3 hari kedepannya.

Di negeri ini, kemeriahan Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut dengan istilah hari raya haji dan atau hari raya Qurban tak jauh berbeda dengan kemeriahan hari raya Idul Fitri.

Namun dibalik kemeriahan perayaan tersebut, masih saja ada kita temukan, pemuda- pemudi kita sebagai generasi penerus dan harapan bangsa ini terjebak dalam suasana euforia perayaan hari besar ummat Islam yang notabanenya memiliki makna yang sakral.

Tanpa pernah mau memahami dan mempelajari makna, sejarah dan nilai-nilai yang terkandung didalam perayaan hari raya Idul Adha.

Berkurban asal kata dari Kurban (Bahasa Arab: قربن / Qurban),yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Qurban adalah ketulusan dan keikhlasan mengorbankan sesuatu sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT.

Secara syariat, ketentuan berqurban telah diisyaratkan dan ditetapkan terkait hewan apa saja yang disembelih dan peraturan lainnya yang sebagaimana dilaksanakan ummat Islam. Nilai keihklasan dalam melaksanakan ibadah qurban bukan saja hanya dengan melakukan penyembelihan hewan semata, namun juga terkandung nilai-nilai keihklasan untuk berbagi kesesama saudara seiman.

Keterangan-keterangan ayat-ayat Al Quran dan penjelasan hadist-hadist sebagai pedoman ummat islam terntang berqurban menjadi aturan yang baku yang harus dilaksanakan agar ibadah tersebut tidak sia-sia bahkan tidak menjadi dosa bagi yang melaksanakannya.

Sehingga nilai-nilai sakral yang termaktub dalam ibadah tersebut terjaga dan akan sangat jauh berbeda bahkan tidak akan sama dengan pengorbanan yang dilakukan untuk tujuan-tujuan kebahtilan dan praktik kesirikan yang dilarang oleh agama.

Penulis tidak akan jauh membahas tentang esensi berkurban terlalu jauh dalam tulisan ini,mengingat bahwa penulis masih perlu banyak belajar lagi dari para tuan-tuan guru yang berkompeten untuk menggali lebih jauh dari esensi berkurban.

Dalam kesempatan ini penulis hanya coba mengutarakan opini dan motivasi dirinya untuk melakukan pembahasan dan mencari korelasi Semangat Berkurban dengan semangat pemuda yang harus dihadirkan dalam memahami ibadah qurban untuk di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengingat pemuda-pemudi merupakan generasi emas yang menjadi harapan bangsa dan ummat ini, karena di pundaknya ada beban kemana arah bangsa dan ummat ini akan melangkah.

Mirisnya hari ini kita, seperti yang telah disebutkan di awal paragraf diatas, bahwa saat ini masih saja kita temukan pemuda-pemudi terjebak dalam euforia perayaan ibadah qurban dengan mengisi kegiatan yang jauh dari manfaat bahkan menjadikan media sosial sebagai wadah untuk merusak kesakralan ibadah qurban tersebut dengan membuat ‘meme’ yang dianggap lucu tentang hewan qurban.

Padahal jika kita memahami makna dan mempelajari sejarah yang terkandung didalam ibadah qurban mungkin tak akan sanggup kita menahan dan membendung air mata ini, karena betapa ikhlas dan tulusnya serta taatnya Ibarahim AS dan Istrinya serta anaknya Ismail AS.

Inilah realita generasi muda yang kita hadapi sekarang, namun bukan berarti kita boleh diam saja melihatnya, karena kita memiliki kewajiban untuk saling ingat-mengingatkan dalam urusan kebenaran khususnya mengajak pemuda-pemudi memahami  begitu penting peranannya untuk negeri dan ummat ini kedepan.

Bangsa ini lahir dan merdeka, karena semangat para Pemuda-pemudinya berkorban, meleburkan ego-ego kedaerahannya dan bersepakat menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bersepakat bertanah air dan berbangsa Indonesia.

Pengorbanan yang dilakukan pemuda-pemudi untuk mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah juga harus mempertaruhkan nyawanya, demi masa depan kita saat ini yang bebas menikmati kemerdekaan.

Bebas berpendapat, menikmati segala bentuk pembangunan, bebas berkumpul tanpa takut dengan para penjajah yang tiba-tiba akan datang lagi. Semangat pemuda-pemudi dahulu dalam berkorban tentunya harus tetap kita hadirkan sebagai generasi muda saat ini.

Penulis : Mhd Syahri Ramadhan Damanik, SHI ( Aktivis pemuda dan menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tebingtinggi )

Penulis : Mhd Syahri Ramadhan Damanik, SHI ( Aktivis pemuda dan menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tebingtinggi )

Namun nilai-nilai semangat berkorban pemuda-pemudi tersebut perlahan mulai terkikis kembali, ego-ego jiwa muda  membuat bibit perpecahan bermunculan satu sama lain, sikap empati sesama juga perlahan mulai hilang, karena pemuda perlahan sudah tidak percaya satu sama lain hanya mementingkan pribadinya.

Tentunya hal ini tidak bisa kita biarkan berlarut terlalu jauh, demi keutuhan bangsa ini dan masa depan ummat islam Indonesia. Semangat berkorban harus kita hadirkan kembali didalam jiwa setiap pemuda bangsa ini.

Melalui kesempatan pelaksanaan Ibadah Qurban, mari pemuda-pemudi Indonesia, Pemuda-pemudi Islam hadirkan kembali semangat tersebut didalam hati.

Semangat keikhlasan dan ketulusan dalam berbagi, semangat memahami nilai-nilai pengorbanan yang dilakukan pemuda-pemudi dahulu, semangat pengorbanan dan kepatuhan Nabi Ibrahim As dan Istrinya kepada Allah SWT, semangat ketaatan kita kepada Allah dan Rasulullah SAW.

Karena kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri oleh Allah SWT selama jantung ini masih berdetak, kemerdekaan bangsa ini juga menjamin kita untuk beribadah kepada Allah SWT.

Tidak seperti saudara-saudari kita di Palestine, Rohingya, Suriyah, Khasmir dan lainnya, yang hari ini hak mereka sebagai manusia direbut, kebebasan mereka beribadah tidak seperti kita disini, kemerdekaan mereka tidak ada sebagai manusia ciptaan Allah SWT.

Maka beruntunglah kita, dan kita harus belajar dan mempelajari serta mensyukuri setiap karunia dari Allah SWT. Semangat Berqurban Pemuda-Pemudi Indonesia harapan Ummat dan bangsa, dan tetap selalu semangat Pemuda Indonesia. ***

About Author

lintassumut

lintassumut

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

IKlan Layanan Masyarakat

Kata _ Kata Bijak Hari Ini

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

Kategori

Arsip