Lintassumut.com, Medan | Rumah mantan calon Wali Kota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung, kembali menjadi sasaran aksi teror orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (11/9/2026) dini hari sekitar pukul 04.31 WIB. Aksi itu terekam kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar kediaman Fadhil di Medan.
Fadhil menyebut kejadian tersebut menambah daftar aksi kekerasan yang pernah dialaminya. Sebelumnya, saat dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Sibolga, mobil Toyota Alphard miliknya juga pernah dibakar oleh orang tak dikenal.
“Saat itu saya sudah melaporkan ke Polsek Helvetia. Saya tidak mau menduga-duga atau menuduh siapa yang membakar. Saya serahkan kepada pihak kepolisian untuk menelusurinya,” kata Fadhil saat dihubungi, Jumat.
Setelah Pilkada Sibolga berlalu, Fadhil mengaku meninggalkan Sibolga dan Tapanuli Tengah untuk bekerja di luar daerah.
Namun, sebelum aksi terbaru terjadi, ia kembali mengalami kejadian serupa di Medan. Mobil miliknya yang berada di rumah disebut menjadi sasaran pelemparan.
“Yang pertama itu melempar, tetapi tidak kena ke mobil. Buktinya masih kami cari,” ujarnya.
Terjadi di Tengah Memanasnya Politik Tapteng
Fadhil menduga aksi terbaru tersebut terjadi di tengah memanasnya dinamika politik di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sejumlah fraksi DPRD Tapteng sebelumnya menyuarakan wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Di tengah polemik tersebut, DPD Partai Gerindra Sumatera Utara juga telah menyampaikan sikap agar seluruh pihak menjaga stabilitas pemerintahan dan bersatu dalam pemulihan pascabencana.
Fadhil sendiri mengaku tidak terlibat dalam dinamika politik Tapteng tersebut.
“Saya tidak ada ikut campur dalam politik di Tapteng. Ketua DPD Gerindra sudah menyatakan sikap, ya terserah ketua apa yang dilakukan. Saya tidak ada keterlibatan dalam politik Tapteng,” tegasnya.
Namun, Fadhil mengakui dirinya memiliki hubungan kerja dengan Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo.
Atas dasar itu, ia memiliki dugaan pribadi bahwa aksi yang dialaminya mungkin berkaitan dengan posisinya dan hubungan tersebut.
“Kalau dugaan asumsi saya, pasti orang yang sama juga, karena saya masih bekerja sama dengan Ade Jona. Tapi itu dugaan saya,” ungkapnya.
Fadhil menegaskan, dugaan tersebut bukan kesimpulan mengenai pelaku. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap siapa yang berada di balik aksi tersebut.
“Di Medan ini saya tidak punya musuh. Saya orang baru di sini dan tidak banyak orang yang tahu rumah saya. Biarlah proses hukum yang berjalan,” katanya.
Laporan Sudah Ditangani Polrestabes Medan
Fadhil mengatakan, kejadian terbaru tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian. Penanganannya kini disebut telah ditarik dari Polsek ke Polrestabes Medan.
Ia berharap polisi serius mengusut kasus tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang merekam aksi OTK.
“Saya berharap pihak Polrestabes Medan bisa mengungkap kejadian pelemparan mobil saya di rumah. Saya tidak memviralkan karena saya percaya kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil pemeriksaan terkait pelaku,” ujarnya.
Menurut Fadhil, pengungkapan kasus tersebut penting agar aksi serupa tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai ada terjadi lagi dan kasus ini bisa terungkap seterang-terangnya,” katanya.
Ia menyebut, setidaknya sudah dua kali dirinya mengalami aksi yang menurutnya memiliki pola kekerasan, yakni saat dirinya menjadi kandidat dalam Pilkada Sibolga dan kejadian terbaru di Medan.
“Saya berharap kasus ini benar-benar diungkap. Siapa pelakunya dan apa motifnya, biar polisi yang membuktikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polrestabes Medan mengenai identitas pelaku, motif, maupun perkembangan penyelidikan kasus tersebut.(ded)







Komentar