LINTAS SUMUT I NIAS –
Maraknya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium atau bensin dengan menggunakan jiregen dilokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No : 16.228.022 yang terletak di Desa Saewe, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Dan hal ini, menyebabkan kelangkaan minyak khusus jenis premium seringkali terjadi.
Pasalnya, hampir disetiap hari masyarakat masih begitu bebasnya membawa jiregen dengan berbagai ukuran untuk membeli BBM dilokasi SPBU tersebut.
“Karena pembelian BBM dengan menggunakan jerigen ini yang menyebabkan persediaan bensin di SPBU cepat habis,”Ungkap Pak Iren Salah Satu Konsumen. Senin, (18/01/2021)
Dikatakannya, ini sudah sering terjadi kelangkaan minyak disini akibat stok habis sehingga kami masyarakat membelinya ditempat jualan eceran dengan harga berbeda.
“Baiknya hendak melakukan pembelian BBM dengan menggunakan jerigen wajib menunjukkan surat izin usaha. Sebab, dengan cara seperti itu, maka distribusi BBM kepada masyarakat juga jelas, “Tegasnya.
Sementara, Salah satunya pembeli BBM jenis premium menggunakan beberapa jiregen berukuran 35 liter dengan menggunakan becak mesin dan terlihat tidak ada surat rekomendasi atau izin yang diberikan kepada petugas yang melayani.
“Ya langsung bayar aja pak,” Kata salah satu pembeli.
Lebih lanjut, pembelian yang menggunakan jerigen ini untuk berjualan bensin eceran di tempat tinggalnya.
“Kita bawa dirumah Pak di Kecamatan Sogaeadu untuk dijual kembali secara eceran nanti disana, “Singkatnya.
Dan tak hanya itu, selama berada dilokasi terpantau dan terlihat banyak yang menggunakan kendaraan roda dua juga untuk membawa jiregen kosong yang berukuran besar.
Ketika dikonfirmasi Yulius Lase sebagai Supervisor di SPBU tersebut mengatakan bahwa faktor kejadian itu akibat keterlambatan dari PO masuk dan posisi tangki rendam tidak besar.
“Memang sudah banyak masyarakat yang menyampaikan kepada kita terhadap atas cepat habisnya minyak kita disini. Dan memang begitu situasi dilapangan cepat habis bensin akibat keterlambatan dari PO masuk kesini. Kemudian, posisi tengki rendam kami tidak besar sehingga dalam satu hari jika banyak konsumen maka cepat habis, “Katanya.
Tambahnya Lagi, terkait pengisian di jiregen sebenarnya tidak bisa dan kita punya perasaan untuk membantu mungkin mereka tidak punya izin saja. Dimana kendaraan yang jauh dari sana tidak mungkin mereka datang disini untuk mengisi minyak
“Konsumen pengendara justru itu yang kita utamakan karena yang mengisi dijeregen itu yang mengambil untung sebenarnya. Maka jika pada saat waktu pengisian di jeregen dipindahkan sebelah pengisian agar kendaraan bisa diduluankan, “Tutupnya Supervisor. (YML)












Komentar