Please set up your API key!

Lintas Sumatera Utara

Mendikbud Serahkan 1.200 KIP ke Pelajar SMP di Medan

September 05
20:13 2017
( Illustrasi )

( Illustrasi )

Medan | lintasumut.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam bentuk kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kepada 1.200 pelajar SMP di Kota Medan khususnya di wilayah Medan Utara.

Muhadjir Effendy didampingi  Wakil Gubernur Sumatera Utara Brigjen TNI (Purn) Hj Nur Hajizah Marpaung dan Wali Kota Medan diwakili Kadis Pendidikan Drs Hasan Basri

Penyerahan KIP yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Medan di Jalan Stasiun, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan ini merupakan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tujuannya adalah untuk memperluas akses pendidikan kepada seluruh anak Indonesia usia sekolah 6-21 tahun, memberikan kemudahan operasional siswa dalam proses belajar, menjaga agar siswa dari keluarga tidak mampu yang sudah berada di sekolah agar tidak putus sekolah, ,” ujar Muhadjir dalam sambutannya.

Muhadjir berharap dana PIP ini dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti buku, tas, dan sepatu siswa. Bila terjadi penyalahgunaan dana PIP, maka penyaluran dana PIP bagi siswa yang bersangkutan akan dicabut atau dihentikan.

“Jangan dana PIP dibelikan pulsa, apalagi para orangtua memakainya untuk membeli rokok. Jika ketahuan maka penyalurannya akan kami berhentikan. Oleh sebab itu, pengambilan harus tetap didampingi,” kata Muhadjir mengingatkan.

Muhadjir juga menyinggung tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) bagi para siswa. Artinya harus ada terobosan bagi sistem belajar mengajar di sekolah, salah satunya proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas.

Selain itu terkait penerapan sekolah lima hari, pemikiran guru yang hanya mengajar di dalam kelas juga perlu diubah, artinya guru sudah harus lebih kreatif.

“Pemerintah saat ini menerapkan kebijakan baru tentang penerapan guru mengajar delapan jam per hari. Dengan penerapan kebijakan ini, guru dapat fokus mengajar di satu sekolah saja. Artinya selama delapan jam  per hari di sekolah, guru dapat melakukan lima tugas guru, dan bentuk tatap muka guru dan siswa tidak harus dalam bentuk pemberian materi dalam kelas, tetapi bisa berupa bimbingan, konsultasi, ekstrakurikuler, dan sebagainya,” jelas Muhadjir.

Kendati begitu Mendikbud menyatakan penerapan lima hari tidak menjadi sebuah kewajiban, melainkan tergantung dari kebijakan setiap daerah.

“Boleh 5 hari belajar, boleh 6 hari, dan boleh 7 hari, jika gurunya rajin sehingga pelajar Indonesia dapat menyaingi pendidikan negera tetangga kita,” ungkapnya.  (hac)

( Editor : R.01 )

 

About Author

Lintas Sumut

Lintas Sumut

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

IKlan Layanan Masyarakat

Kata _ Kata Bijak Hari Ini

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

September 2017
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Kategori

Arsip