Lintas Sumatera Utara

 Breaking News
  • No posts were found

Modus Korupsi Baru Oknum Pejabat Kemenhub

Modus Korupsi Baru Oknum Pejabat Kemenhub
Agustus 25
16:14 2017

  

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ( doc : Ist )

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ( doc : Ist )

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Toni Budiono (ATB) terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Dirjen Hubla mulai 2016 sampai 2017.

Wakil ketua KPK, Basaria Pandjaitan menuturkan untuk kronologi OTT kasus suap proyek di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ini, KPK pertama kali menangkap ATB, yakni Dirjen Hubla Kemennhub, di rumah dinasnya Mess Perwira, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017) sekitar pukul 21.45 wib.

Kemudian pada Kamis (24/8/2017), KPK menangkap empat orang lainnya secara maraton. Pertama, KPK meringkus Manager Keuangan PT ADK berinisial S; Direktur PT ADK inisial DG. Keduanya ditangkap di kantor PT ADK di Sunter, Jakarta Utara, sekitar pukul 10.00 wib.

Lalu, penyidik menangkap Adiputra Kurniawan (APK)  sekitar pukul 14.30 wib di apartemennya  di wilayah Kemayoran, Jakpus. Terakhir, penyidik mengamankan Kepala Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla Kemenhub berinisial W di kantornya sekitar pukul 15.00 wib.

Basaria mengatakan,  modus suap menyuap yang dibongkar ini relatif baru. Penyuap yakni APK menyerahkan uang dalam bentuk ATM. Rekening awalnya dibuka oleh APK menggunakan nama orang lain yang diduga fiktif, kemudian diserahkan ke ATB.

“APK kemudian menyetor uang terus ke rekening tersebut. Lalu, ATB menggunakannya dalam berbagai transksi. Itu modus awal dan baru yang kami temukan,” katanya.

KPK mengamankan sejumlah uang dan 4 kartu ATM dengan nilai hingga Rp 20,74 miliar pada OTT kali ini.

“Ada empat kartu atm dari tiga bank penerbit dalam penguasaan ATB serta 33 tas berisi uang pecahan Rupiah, dollar AS, Poundsterling, Ringgit Malaysia total Rp 18,9  miliar tunai, dan uang di rekening bank mandiri dengan saldo Rp 1,174 miliar sehingga totalnya Rp 20,74 miliar,” terang Basaria.

Selaku pemberi suap, APK disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak yang diduga penerima, ATB disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

( Sumber : Rep )

 ( Editor : R.01 )

 

About Author

Lintas Sumut

Lintas Sumut

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Iklan Layanan Masyarakat

Iklan Baris

Disewakan  rumah tipe 36 di jalan Bukit Tempurung – Tebingtinggi hanya 500rb/bln Hub. 081260374488

Kata- Kata Bijak / Pepatah Hari Ini

Jika Anda berencana untuk satu tahun, tanamlah padi. Jika Anda berencana selama sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika Anda berencana selama 100 tahun, didiklah manusia.
( Pepatah Cina )

Suara Pembaca

Redaksi menerima informasi warga seputar fasilitas umum berupa kritik dan saran yang bersifat membangun.

Kirimkan pesan singkat anda atau  melalui WA : 081375313003 , ( Tim Redaksi )

Kategori

Jepretan Warga

Piala Kaden Brimob T.Tinggi - 2017